Rabu, 10 Juli 2013

Title     : Heebum, My Best Friend
Cast     : Heebum, Kim Heechul, Kibum,  Kyuhyun, Leeteuk, Yesung, Sungmin, and all Super Junior members
Genre  : Sad, Funny

          
 Pagi itu anggota Super Junior sedang sibuk-sibuknya menyiapkan diri untuk come back stage di Mubank. Diantaranya terlihat seorang laki-laki yang sedang asyik dengan handphone di tangannya. Tiba-tiba seseorang dating untuk mengusiknya.

“Heechul hyung, apakah kau masih mengurusi fansmu itu? Bisakah kau membantuku sebentar?”, ucapnya dengan sedikit kesal.

Heechulpun menghentikan kegiatannya setelah melihat dongsaengnya yang sedang kesulitan untuk melepaskan penjepit di rambutnya. Heechulpun menghentikan kegiatannya setelah melihat dongsaengnya itu untuk melepaskan penjepit di rambutnya. Iapun berhasil melakukannya. Beberapa menit kemudian, semua member telah selesai menyiapkan diri. Merekapun come back stage untuk menyanyikan sebuah lagu. Saat menaripun, Heechul masih berada di samping dongsaeng kesayangannya itu. Dia memang sudah menganggap Kibum sebagai adiknya sendiri sejak awal debut. Selesai tampil, kini giliran saatnya fans untuk memberika hadiah kepada mereka. Beberapa diantara mereka ada yang mendapat banyak sekali hadiah. Mulai dari bunga, boneka, sampai foto editan. Tapi ada satu hadiah yang lain dari pada yang lain. Bahkan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Saat itu Heechul mendapatkan seekor kucing biru Rusia seharga $800 ribu atau setara dengan Rp. 8 Juta. Pada awalnya Heechul bingung dengan kucing yang diterimannya itu. Dia melihat kucing itu berjalan kesana-kemari seolah kebingungan. Heechulpun terus memperhatikan kucing itu. Kucing itu berhenti di depannya seolah-olah sedang member salam perkenalan.

“meong, meong”, kata kucing itu memanggilnya.

Karena tak kuasa melihat matanya yang bening dan wajahnya yang lucu, iapun mengambil dan menggendong kucing itu. Ia langsung memelk kucing itu dengan hangat. Dari dulu Heechul memang suka sekali dengan kucing. Jadi, tidak diragukan lagi jika ia langsung menerimanya. Semua memberpun kaget dan tersenyum melihatnya. Salah satu dari mereka ada yang bertanya.

“ omo, siapa namanya?”.

Heechul sejenak terdiam dan berpikir. Ia mengingat Kibum, adik kesayangannya. Tanpa piker panjang iapun langsung menamainya dengan nama ‘Heebum’. Setelah kejadian itu, banyak teman-temannya yang tidak setuju dan bertanya mengapa namanya tidak diikutsertakan. Beberapa diantara mereka adalah Hangeng, rekan segrupnya dan Jay dari MBLAQ. Heechulpun menambahkannya menjadi ‘Han Jay Heebum’. Nama itu memang lebih agak mirip dengan nama kucing dari Jepang. Tapi karena lebih sering dipanggil Heebum, orang-orangpun ikut memanggilnya dengan nama Heebum.


            Semenjak kehadiran Heebum, kebahagiaan Heechul semakin bertambah. Kibumpun sering cemburu melihat Heechul yang lebih memperhatikan Heebum dari pada dirinya. Memang, dimana ada Heechul, disitu ada Heebum. Kemana-mana mereka selalu bersama. Mulai dari makan, tidur, jalan-jalan, menonton, baca buku, bahkan saat Heechul konser Heebum selalu menemaninya. Setiap malam Heechul selalu merasa hangat dengan bulu-bulu Heebum yang halus. Heechul sangat menyayangi kucingnya tersebut. Tapi satu hal yang tidak bias dilakukan Heechu, yaitu member Heebum tepat waktu. Hal itu mungkin karena kesibukan Heechul yang terlalu padat. Tapi saat Heechul selesai manggung, bahkan saat ia sedang lelah sekali, Heechul selalu menyempatkan diri untuk bermain bersama Heebum. Saat Heechul membacabuku, Heebum selalu mengusiknya dengan menarik-narik buku yang sedang dibacanya. Tapi Heechul tidak pernah marah pada Heebum. Bahkan Heechul selalu tersenyum dan mengelus kepalanya. Tak hanya itu, Heebum juga sering mengusik Heechul dengan menjadikan bintang biru yang selalu dibawanya sebagai mainan. Heechul yang pada dasarnya tidak mau kalahpun mengajak Eunhyuk, rekan segrupnya untuk mengerjai Heebum. Memang benar. Tidak majikan, tidak hewan peliharaan, semuanya sama saja. Kucinng peliharaannya itu memang telah sempurna meniru kelakuan sang majikan.


            Tidak hanya di pagi hari, di malam haripun mereka masih tetap bersama. Terutama saat menonton TV, Heebum dengan setianya menemani Heechul untuk menonton bersama. Kedekatan mereka terlihat saat Heechul senantiasa membagi makanannya untuk Heebum. Alhasil, merekapun makan bersama.


            Seperti pada hari-hari libur sebelumnya, pagi itu Heechul mengajak Heebum berjalan-jalan mengintari jaran raya. Karena asyiknya berjalan, mereka tidak sadar telah melewati jarak yang sangat jauh dari apartemen. Heechul melihat tempat yang indah saat di sana. Ia mendengar suara air mengalir dan tanpa ia sadari ia sudah berada di tepi sungai. Karena penasaran dengan suara gemercik air, Heebumpun berlari mendekati sungai. Heechul serentak berlari mengejarnya dan saat akan mengambilnya ia terjatuh dan terperosok kebawah. Heebum yang melihatnyapun kebingungan.
“meong, meong”, kata Heebum yang berusaha memanggil Heechul. Pikirnya, itu dapat membuat Heechul naik ke atas. Heebumpun terus memanggilnya sambil berlari kesana-kemari. Merasa bahwa usahanya hanya sia-sia, Heebum mencoba berlari menuju jalan raya untuk meminta pertolongan.

“meong, meong, meong, meong”, katanya kepada setiap orang yang lewat sambil memanjati kaki mereka.

Usahanyapun hanya sia-sia, bahkan beberapa diantara mereka ada yang menendangnya hingga ia terlempar jauh. Walaupun sudah berapa kali ditendang, Heebum tetap terus bangkit untuk meminta pertolongan kepada yang lainnya. Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan Kibum yang juga sedang mncarinya dan majikannya.

“ Heebum kemana saja kau? Badanmu kotor sekali… kemana Heechul hyung?”, kata Kibum yang prihatin padanya. 
“meong, meong”, kata Heebum seolah member tahu sesuatu.

Kibum yang seolah-olah mengertitatapan Heebumpun langsung mengikuti Heebum untuk menemui Heechul. Sesampainya disana, Heebum merasa bingung karena tidak terlihat seorangpun disana. Heebum terus saja melompat seolah-olah member tahu bahwa Heechul sedang berada di bawah. Kibumpun langsung menyusuri jalan menuju ke bawah. Sesampainya di bawah, ia melihat Heechul tergeletak tak sadarkan diri. Iapun mengangkat dan meletakkan tubuh Heechul di punggungnya. Kemudian ia menelp[on Leeteuk untuk membantunya membawa Heechul. Sepanjang jalan ia menggendong Heechul. Ia sangat khawatir dengan keadaan hyungnya itu. Ia tak kuasa menahan tangis melihat hyung kesayangannya itu. Dengan tubuh yang gemetar, ia terus berjalan menuju apartemen. Kekhawatiran tidak hanya terlihat pada Kibum. Heebum yang berjalan disampingnyapun terus melihat dan memanggil majikannya itu. Sampai saat mereka bertemu Leeteuk dan member lain, Kibumpu melepaskan Heechul kepada hyungnya tersebut. Seperti sebelumnya, Kibum tetap menangis dn Heebum tetap melihat dan memanggil majikannya itu di gendongan member lain.


            Beberapa jam kemudian, Heechulpun sadar dan berusaha membuka mata. Heechul merasa bingung saat melihat Heebum suda di atas dadanya serta member lain yang berada mengelilinginya. Melihat Heechul yang sadar, Heebum langsung melompat-lompat dan berkata,

“meong, meong” seolah-olah berusaha meyakinkan member lain bahwa Heechul sudah benar-benar bangun.
 “ugh”, kata Heechul kesakitan.
“hyung!Heechul! akhirnya kau sadar juga”, kata Leeteuk dan member lain yang gembira melihatnya.

Kyuhyun yang dari tadi bermain playstationpun langsung menghentikan permainannya saat mendengar hyungnya itu telah sadar. Kyuhtun berjalan mendekati Heechul dan ikut berbincang. Tanpa pikir panjang,

Kyuhyun yang tidak sabarpun berkata, “ Hyung, ayo kita lanjutkan permainan Starcraft tadi”.
“Plak!” Sungminpun langsung memukul kepalanya dengan sebuah buku.
“Hyung! Kenapa kau memukul kepalaku?”, kata Kyuhyun tidak terima.
“sudah-sudah, Kyuhyun apa kepalamu sakit?”, kata Heechul yang berusaha memisahkan mereka.
” Sakit sekali. Hyung, ayo pukul Sungmin hyung!”, kata Sungmin yang berusaha mendapat pembelaan. “Kyu!”, kata Sungmin sambil melototkan mata ke arah Kyuhyun. Leeteuk yang melihatnyapun langsung memisahkan mereka dengan berkata,
“sudah! Kalian kan tahu kalau Heechul-ah baru saja sadar! Jadi jangan rebut seperti anak kecil!”.

Kyuhyun dan Sungmin yang mendengarnyapun langsung terdiam. Heechul yang merasa lebih baik berudaha untuk mengingat kejadian tadi. Dia mengingat Heebum yang tadi hamper terjatuh dan langsung memeluk kucingnya itu.

“ Heebum, syukurlah kau tidak apa-apa. Jangan seperti itu lagi ya”, kata Heechul dengan perasaan lega. “meong,meong”, jawab Heebum sambil menjilat dan mengelus pipi Heechul.
                           
Beberapa hari kemudian di malam yang dingin Heechul memimpikan sesuatu yang aneh. Dia berjalan di jalan raya yang sepi tanpa satu orangpun disana. Dia berusaha mengelilingi jalan untuk mencari tahu apa yang telah terjadi. Di tengah perjalanannya ia terhenti saat melihat Heebum tiba-tiba sudah ada di depannya. Heebumpun tersenyum dan berkata, “meong, meong” seolah-olah memberi tahu sesuatu. Heechul yang melihatnya langsung mendekatinya untuk mengambilnya, tetapi saat akan mengambilnya Heebum hilang seketika. Heechulpun langsung terbangun dari mimpinya. Saat membuka matanya ia kaget karena melihat Heebum yang sudah ada di sampingnya. Dengan kepala yang menompang ke tubuh Heechul, Heebum terlihat tidur nyenyak dan sesaat tersenyum. Heechulpun mengelus kepala Heebum yang sedang tertidur.

            Esok harinya Super Junior kembali cime back stage di Mubank. Semua memberpun sibuk menyiapkan diri.

“Yesung-ah, aku pinjam hair driermu ya”, kata Heechul yang meminta izin kepada Yesung.
“ya, Hyung. Tapi gunakan dengan benar ya”, katanya menyetujui.

Heechulpun mengeringkan rambutnya di samping Sungmin. Sengmin yang daru tadi memperhatikan Heechulpun tertawa melihat Heechul yang sibuk tetapi tetap memasang tampang serius.

“H-HI-HI”, katanya tertawa kecil.
"wae? Apa ada sesuatu di wajahki?”, tanya Heechul penasaran.
“ani, hyung. Hanua saja wajahmu itu terlihat lucu sekali. Ha ha ha”, kata Sungmin sambil tertawa terbahak-bahak.

Heechulpun mengerutkan dahi setelah mendengarnya. Kemudian Heechul sejenak terdiam seolah-olah mengingat sesuatu.

“wae hyung? Kenapa terdiam begitu?”, tanya Sungmin heran.
“ah, ani”, kata Heechul samnil menghela napas.
“aaa… tida mungkin. Apa da masalah? Ayo, ceritakan saja!”, kata Sungmin penasaran.
Heechulpun sjenak terdiam lalu berkata,
“semalam aku bermimpi aneh. Di dalam mimpiku itu aku berjalan sendiri di tengah jaln dan di tengah perjalnanku, aku terkejut melihat Heebum yang sudah ada di depanku. Dia tersenyum kapadaku. Saat akan kuambil, dia hilang seketika. Aku punya firasat buruk tentang itu”.
“sudahlah, hyung. Jangan berpikir yang macam-macam. Mungkin hyung terlalu khawatir saja setelah kejadian waktu itu. Jangan terlalu dipikirkan ya..”, kata Sungmin yang berusaha menenangkan Heechul.

Heechulpun kembali menghela napas dan berkata, “ne, ada benarnya juga perkataanmu. Terimakasih ya, Sungmin-ah”.

Sungminpun tersenyum menatap Heechul. Beberapa menit kemudian, semua member telah selesai menyiapkan diri. Merekapun bersiap-siap untuk masuk ke dalam mobil. Saat akan naik ke mobil, Heechul terkejut mendengar suara Heebum yang memanggilnya. Heebumpun memanjati kaki Heechul seolah-olah ingin ikut bersamanya.

“kenapa Heebum? Tidak biasanya kamu memaksa untuk ikut seperti ini.”, kata Heechu heran.
“meong, meong, meong, meong”, kata Heebum yang terus memaksa untuk ikut.
“tidak bisa, Heebum. Kalau kamu ikut, nanti yang menjagamu siapa?”, kata Heechul yang melarangnya.

Heebumpun terus mengeing-ngeong dan memanjati kata Heechul. Semua memnerpun terkejut melihatnya.

Kemudian datang seseorang yang mengajukan diri. Ia berkata, “sudahlah.. biar aku saja yang menjaganya”.
“tapi manager..”, kata Heechul khawatir.
“sudah hyung, bawa saja.. tidak akan terjadi apa-apa kok”, kata dingsaeng-dongsaengnya yang berusaha melarangnya. Heechulpun terdiam seolah-olah sedang berpikir.
Iapun menghela napas dan berkata, “baiklah”. “yeah”, kata semua member sambil bertepuk tangan.

Semuanyapun berangkat. Sepanjang jalan, Heebum terus berada di pengkuan Heechul seolah-olah tidak ingin lepas darinya.

            Sesampainya di gedung, mobil mereka terjebak di tengah jalan oleh ribuan E.LF yang telah lama menunggu. Alhasil, merekapun berjalan kaki masuk ke dalam gedung dengan digawangi oleh security. Setelah melewati kerumunan, merekapun akhirnya sampai di dalam gedung. Semua memberpun kembali bersiap-siap untuk tampil. Saat akan tampil, Heechul kembali menengok Heebum untuk memastikan Heebum baik-baik saja. Heechulpun kembali mengelus kepala Heebum. Saat akan pergi meninggalkan Heebum, Heebumpun kembali memanggil Heechul seolah-olah ingin menyampaikan sesuatu. Heechulpun menoleh dan tersenyum kea rah Heebum. Merekapun tampil disertai suara teriakan E.L.F yang menyemangati mereka.
           
Selesai tampil, Heechul langsung bergegas pergi untuk menemui Heebum.

Heechulpun berlari kearah managernya dan bertanya, “Heebum dimana?”
“ah, tadi di si… “, kata managernya sambil menunjuk kea rah kursi.
“ ah, kemana dia? Tadi aku menaruhya disitu. Karena ada urusan penting mangkanya aku pergi. Aduh… gimana ya.. sebentar ya, Heechul.. kami cari dulu”.

Heechulpun langsung terdiam. Ia sudah merasa bahwa ini akan terjadi. Hatinya terasa sesak sekali. Iapun merogoh sakunya untuk mengambil bintang biru yang selalu di bawanya.

“bintangku…”, katanya yang merasa heran karena bintang biru di sakunya tidak ada. Iapun terdiam sejenak dan berpikir.
“jangan-jangan Heebum pergi untuk mengambil bintang biruku. Jangan-jangan Bintang itu terjatuh di jalan raya saat berdesakan tadi.”

Heechulpun langsung bergegas keluar gedung. Saat berada di luar gedung, ia melihat Heebum yang sedang berjalan mengarah ke tengah jalan untuk mengambil bintang biru yang tergeletak di sana.

“Heebum!!”, kata heechul yang berusaha mencegahnya.

Tiba-tiba dating sebuah mobil yang dating dari arah kanan yang akan menabrak Heebum.

Heechulpun langsung berlari dan berteriak, “HEEBUUUUUUM!!!”
“BRUUK”, Terdengar suara tabrakan saat itu juga.

Mobil yang menabrak Heebum oleng dan menabrak mobil-mobil lainnya. Saat itu Heechul hanya melihat bintang biru milikya dalam keadaan utuh berada di pinggir jalan. Heechulpun langsung mengambilnya dan berlari kea rah mobil. Dengan air mata yang bercucuran ia berlari kea rah saming mobil. Di balik mobil itu, ternyata ia melihat Heebum yang tergeletak dengan darah yang bercucuran. Rasa sesak kembali menyelimuti hatinya. Perlahan-lahan ia mendekati Heebum. Saat melihat kondisi Heebum, ia langsung terduduk lemas. Sejenak ia terdiam dan memandangi Heebum.

“heebum… hiks”,  katanya sambil mengelus Heebum.

Heechulpun tak kuasa menahan tangis. Air matanya semakin deras mengalir. Heechulpun mengangkat tubuh Heebum yang berlumuran darah. Kemudian ia memeluk tubuh Heebum erat-erat.

 “HEEBUUUUUUUUUM!”, kata Heechul sambil berteriak.

Semua orangpun tak tega melihat Heechul yang menangis terseduh-seduh di tengah jalan.

“Heebum, mengapa kau jadi seperti ini? Kau tidak perlu melakukan itu. Heebum jangan tinggalkan aku… kalau tidak ada kamu, siapa yang akan menemaniku lagiiii?”, kata Heechul sambil menangis terseduh-seduh.

Semua member yang dari tadi mencarinyapun berlari mendekati Heechul. “Heebum..”, kata Heebum sambil mendekati Heechul.

“hiks, sudahlah hyung…”, kata Kibum sambil memeluk Heechul. Semuanyapun tak kuasa menahan tangis. Hari itu penuh dengan hujan air mata.






THE END