Title : Heebum, My Best Friend
Cast : Heebum, Kim Heechul, Kibum, Kyuhyun, Leeteuk, Yesung, Sungmin, and all Super Junior members
Genre : Sad, Funny
Pagi itu anggota Super Junior sedang sibuk-sibuknya menyiapkan diri
untuk come back stage di Mubank. Diantaranya terlihat seorang laki-laki
yang sedang asyik dengan handphone di tangannya. Tiba-tiba seseorang
dating untuk mengusiknya.
“Heechul hyung, apakah kau masih mengurusi
fansmu itu? Bisakah kau membantuku sebentar?”, ucapnya dengan sedikit
kesal.
Heechulpun menghentikan kegiatannya setelah melihat dongsaengnya
yang sedang kesulitan untuk melepaskan penjepit di rambutnya. Heechulpun
menghentikan kegiatannya setelah melihat dongsaengnya itu untuk
melepaskan penjepit di rambutnya. Iapun berhasil melakukannya. Beberapa
menit kemudian, semua member telah selesai menyiapkan diri. Merekapun
come back stage untuk menyanyikan sebuah lagu. Saat menaripun, Heechul
masih berada di samping dongsaeng kesayangannya itu. Dia memang sudah
menganggap Kibum sebagai adiknya sendiri sejak awal debut. Selesai
tampil, kini giliran saatnya fans untuk memberika hadiah kepada mereka.
Beberapa diantara mereka ada yang mendapat banyak sekali hadiah. Mulai
dari bunga, boneka, sampai foto editan. Tapi ada satu hadiah yang lain
dari pada yang lain. Bahkan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Saat
itu Heechul mendapatkan seekor kucing biru Rusia seharga $800 ribu atau
setara dengan Rp. 8 Juta. Pada awalnya Heechul bingung dengan kucing
yang diterimannya itu. Dia melihat kucing itu berjalan kesana-kemari
seolah kebingungan. Heechulpun terus memperhatikan kucing itu. Kucing
itu berhenti di depannya seolah-olah sedang member salam perkenalan.
“meong, meong”, kata kucing itu memanggilnya.
Karena tak kuasa melihat
matanya yang bening dan wajahnya yang lucu, iapun mengambil dan
menggendong kucing itu. Ia langsung memelk kucing itu dengan hangat.
Dari dulu Heechul memang suka sekali dengan kucing. Jadi, tidak
diragukan lagi jika ia langsung menerimanya. Semua memberpun kaget dan
tersenyum melihatnya. Salah satu dari mereka ada yang bertanya.
“ omo,
siapa namanya?”.
Heechul sejenak terdiam dan berpikir. Ia mengingat
Kibum, adik kesayangannya. Tanpa piker panjang iapun langsung menamainya
dengan nama ‘Heebum’. Setelah kejadian itu, banyak teman-temannya yang
tidak setuju dan bertanya mengapa namanya tidak diikutsertakan. Beberapa
diantara mereka adalah Hangeng, rekan segrupnya dan Jay dari MBLAQ.
Heechulpun menambahkannya menjadi ‘Han Jay Heebum’. Nama itu memang
lebih agak mirip dengan nama kucing dari Jepang. Tapi karena lebih
sering dipanggil Heebum, orang-orangpun ikut memanggilnya dengan nama
Heebum.
Semenjak kehadiran Heebum, kebahagiaan Heechul
semakin bertambah. Kibumpun sering cemburu melihat Heechul yang lebih
memperhatikan Heebum dari pada dirinya. Memang, dimana ada Heechul,
disitu ada Heebum. Kemana-mana mereka selalu bersama. Mulai dari makan,
tidur, jalan-jalan, menonton, baca buku, bahkan saat Heechul konser
Heebum selalu menemaninya. Setiap malam Heechul selalu merasa hangat
dengan bulu-bulu Heebum yang halus. Heechul sangat menyayangi kucingnya
tersebut. Tapi satu hal yang tidak bias dilakukan Heechu, yaitu member
Heebum tepat waktu. Hal itu mungkin karena kesibukan Heechul yang
terlalu padat. Tapi saat Heechul selesai manggung, bahkan saat ia sedang
lelah sekali, Heechul selalu menyempatkan diri untuk bermain bersama
Heebum. Saat Heechul membacabuku, Heebum selalu mengusiknya dengan
menarik-narik buku yang sedang dibacanya. Tapi Heechul tidak pernah
marah pada Heebum. Bahkan Heechul selalu tersenyum dan mengelus
kepalanya. Tak hanya itu, Heebum juga sering mengusik Heechul dengan
menjadikan bintang biru yang selalu dibawanya sebagai mainan. Heechul
yang pada dasarnya tidak mau kalahpun mengajak Eunhyuk, rekan segrupnya
untuk mengerjai Heebum. Memang benar. Tidak majikan, tidak hewan
peliharaan, semuanya sama saja. Kucinng peliharaannya itu memang telah
sempurna meniru kelakuan sang majikan.
Tidak hanya di
pagi hari, di malam haripun mereka masih tetap bersama. Terutama saat
menonton TV, Heebum dengan setianya menemani Heechul untuk menonton
bersama. Kedekatan mereka terlihat saat Heechul senantiasa membagi
makanannya untuk Heebum. Alhasil, merekapun makan bersama.
Seperti pada hari-hari libur sebelumnya, pagi itu Heechul mengajak
Heebum berjalan-jalan mengintari jaran raya. Karena asyiknya berjalan,
mereka tidak sadar telah melewati jarak yang sangat jauh dari apartemen.
Heechul melihat tempat yang indah saat di sana. Ia mendengar suara air
mengalir dan tanpa ia sadari ia sudah berada di tepi sungai. Karena
penasaran dengan suara gemercik air, Heebumpun berlari mendekati sungai.
Heechul serentak berlari mengejarnya dan saat akan mengambilnya ia
terjatuh dan terperosok kebawah. Heebum yang melihatnyapun kebingungan.
“meong, meong”, kata Heebum yang berusaha memanggil Heechul. Pikirnya,
itu dapat membuat Heechul naik ke atas. Heebumpun terus memanggilnya
sambil berlari kesana-kemari. Merasa bahwa usahanya hanya sia-sia,
Heebum mencoba berlari menuju jalan raya untuk meminta pertolongan.
“meong, meong, meong, meong”, katanya kepada setiap orang yang lewat
sambil memanjati kaki mereka.
Usahanyapun hanya sia-sia, bahkan beberapa
diantara mereka ada yang menendangnya hingga ia terlempar jauh.
Walaupun sudah berapa kali ditendang, Heebum tetap terus bangkit untuk
meminta pertolongan kepada yang lainnya. Sampai pada akhirnya ia bertemu
dengan Kibum yang juga sedang mncarinya dan majikannya.
“ Heebum kemana
saja kau? Badanmu kotor sekali… kemana Heechul hyung?”, kata Kibum yang
prihatin padanya.
“meong, meong”, kata Heebum seolah member tahu
sesuatu.
Kibum yang seolah-olah mengertitatapan Heebumpun langsung
mengikuti Heebum untuk menemui Heechul. Sesampainya disana, Heebum
merasa bingung karena tidak terlihat seorangpun disana. Heebum terus
saja melompat seolah-olah member tahu bahwa Heechul sedang berada di
bawah. Kibumpun langsung menyusuri jalan menuju ke bawah. Sesampainya di
bawah, ia melihat Heechul tergeletak tak sadarkan diri. Iapun
mengangkat dan meletakkan tubuh Heechul di punggungnya. Kemudian ia
menelp[on Leeteuk untuk membantunya membawa Heechul. Sepanjang jalan ia
menggendong Heechul. Ia sangat khawatir dengan keadaan hyungnya itu. Ia
tak kuasa menahan tangis melihat hyung kesayangannya itu. Dengan tubuh
yang gemetar, ia terus berjalan menuju apartemen. Kekhawatiran tidak
hanya terlihat pada Kibum. Heebum yang berjalan disampingnyapun terus
melihat dan memanggil majikannya itu. Sampai saat mereka bertemu Leeteuk
dan member lain, Kibumpu melepaskan Heechul kepada hyungnya tersebut.
Seperti sebelumnya, Kibum tetap menangis dn Heebum tetap melihat dan
memanggil majikannya itu di gendongan member lain.
Beberapa jam kemudian, Heechulpun sadar dan berusaha membuka mata.
Heechul merasa bingung saat melihat Heebum suda di atas dadanya serta
member lain yang berada mengelilinginya. Melihat Heechul yang sadar,
Heebum langsung melompat-lompat dan berkata,
“meong, meong” seolah-olah
berusaha meyakinkan member lain bahwa Heechul sudah benar-benar bangun.
“ugh”, kata Heechul kesakitan.
“hyung!Heechul! akhirnya kau sadar juga”,
kata Leeteuk dan member lain yang gembira melihatnya.
Kyuhyun yang dari
tadi bermain playstationpun langsung menghentikan permainannya saat
mendengar hyungnya itu telah sadar. Kyuhtun berjalan mendekati Heechul
dan ikut berbincang. Tanpa pikir panjang,
Kyuhyun yang tidak sabarpun
berkata, “ Hyung, ayo kita lanjutkan permainan Starcraft tadi”.
“Plak!”
Sungminpun langsung memukul kepalanya dengan sebuah buku.
“Hyung! Kenapa
kau memukul kepalaku?”, kata Kyuhyun tidak terima.
“sudah-sudah,
Kyuhyun apa kepalamu sakit?”, kata Heechul yang berusaha memisahkan
mereka.
” Sakit sekali. Hyung, ayo pukul Sungmin hyung!”, kata Sungmin
yang berusaha mendapat pembelaan. “Kyu!”, kata Sungmin sambil melototkan
mata ke arah Kyuhyun. Leeteuk yang melihatnyapun langsung memisahkan
mereka dengan berkata,
“sudah! Kalian kan tahu kalau Heechul-ah baru
saja sadar! Jadi jangan rebut seperti anak kecil!”.
Kyuhyun dan Sungmin
yang mendengarnyapun langsung terdiam. Heechul yang merasa lebih baik
berudaha untuk mengingat kejadian tadi. Dia mengingat Heebum yang tadi
hamper terjatuh dan langsung memeluk kucingnya itu.
“ Heebum, syukurlah
kau tidak apa-apa. Jangan seperti itu lagi ya”, kata Heechul dengan
perasaan lega. “meong,meong”, jawab Heebum sambil menjilat dan mengelus
pipi Heechul.
Beberapa hari kemudian
di malam yang dingin Heechul memimpikan sesuatu yang aneh. Dia berjalan
di jalan raya yang sepi tanpa satu orangpun disana. Dia berusaha
mengelilingi jalan untuk mencari tahu apa yang telah terjadi. Di tengah
perjalanannya ia terhenti saat melihat Heebum tiba-tiba sudah ada di
depannya. Heebumpun tersenyum dan berkata, “meong, meong” seolah-olah
memberi tahu sesuatu. Heechul yang melihatnya langsung mendekatinya
untuk mengambilnya, tetapi saat akan mengambilnya Heebum hilang
seketika. Heechulpun langsung terbangun dari mimpinya. Saat membuka
matanya ia kaget karena melihat Heebum yang sudah ada di sampingnya.
Dengan kepala yang menompang ke tubuh Heechul, Heebum terlihat tidur
nyenyak dan sesaat tersenyum. Heechulpun mengelus kepala Heebum yang
sedang tertidur.
Esok harinya Super Junior kembali
cime back stage di Mubank. Semua memberpun sibuk menyiapkan diri.
“Yesung-ah, aku pinjam hair driermu ya”, kata Heechul yang meminta izin
kepada Yesung.
“ya, Hyung. Tapi gunakan dengan benar ya”, katanya
menyetujui.
Heechulpun mengeringkan rambutnya di samping Sungmin.
Sengmin yang daru tadi memperhatikan Heechulpun tertawa melihat Heechul
yang sibuk tetapi tetap memasang tampang serius.
“H-HI-HI”, katanya
tertawa kecil.
"wae? Apa ada sesuatu di wajahki?”, tanya Heechul
penasaran.
“ani, hyung. Hanua saja wajahmu itu terlihat lucu sekali. Ha
ha ha”, kata Sungmin sambil tertawa terbahak-bahak.
Heechulpun
mengerutkan dahi setelah mendengarnya. Kemudian Heechul sejenak terdiam
seolah-olah mengingat sesuatu.
“wae hyung? Kenapa terdiam begitu?”,
tanya Sungmin heran.
“ah, ani”, kata Heechul samnil menghela napas.
“aaa… tida mungkin. Apa da masalah? Ayo, ceritakan saja!”, kata Sungmin
penasaran.
Heechulpun sjenak terdiam lalu berkata,
“semalam aku bermimpi
aneh. Di dalam mimpiku itu aku berjalan sendiri di tengah jaln dan di
tengah perjalnanku, aku terkejut melihat Heebum yang sudah ada di
depanku. Dia tersenyum kapadaku. Saat akan kuambil, dia hilang seketika.
Aku punya firasat buruk tentang itu”.
“sudahlah, hyung. Jangan berpikir
yang macam-macam. Mungkin hyung terlalu khawatir saja setelah kejadian
waktu itu. Jangan terlalu dipikirkan ya..”, kata Sungmin yang berusaha
menenangkan Heechul.
Heechulpun kembali menghela napas dan berkata, “ne,
ada benarnya juga perkataanmu. Terimakasih ya, Sungmin-ah”.
Sungminpun
tersenyum menatap Heechul. Beberapa menit kemudian, semua member telah
selesai menyiapkan diri. Merekapun bersiap-siap untuk masuk ke dalam
mobil. Saat akan naik ke mobil, Heechul terkejut mendengar suara Heebum
yang memanggilnya. Heebumpun memanjati kaki Heechul seolah-olah ingin
ikut bersamanya.
“kenapa Heebum? Tidak biasanya kamu memaksa untuk ikut
seperti ini.”, kata Heechu heran.
“meong, meong, meong, meong”, kata
Heebum yang terus memaksa untuk ikut.
“tidak bisa, Heebum. Kalau kamu
ikut, nanti yang menjagamu siapa?”, kata Heechul yang melarangnya.
Heebumpun terus mengeing-ngeong dan memanjati kata Heechul. Semua
memnerpun terkejut melihatnya.
Kemudian datang seseorang yang mengajukan
diri. Ia berkata, “sudahlah.. biar aku saja yang menjaganya”.
“tapi
manager..”, kata Heechul khawatir.
“sudah hyung, bawa saja.. tidak akan
terjadi apa-apa kok”, kata dingsaeng-dongsaengnya yang berusaha
melarangnya. Heechulpun terdiam seolah-olah sedang berpikir.
Iapun
menghela napas dan berkata, “baiklah”. “yeah”, kata semua member sambil
bertepuk tangan.
Semuanyapun berangkat. Sepanjang jalan, Heebum terus
berada di pengkuan Heechul seolah-olah tidak ingin lepas darinya.
Sesampainya di gedung, mobil mereka terjebak di tengah jalan oleh
ribuan E.LF yang telah lama menunggu. Alhasil, merekapun berjalan kaki
masuk ke dalam gedung dengan digawangi oleh security. Setelah melewati
kerumunan, merekapun akhirnya sampai di dalam gedung. Semua memberpun
kembali bersiap-siap untuk tampil. Saat akan tampil, Heechul kembali
menengok Heebum untuk memastikan Heebum baik-baik saja. Heechulpun
kembali mengelus kepala Heebum. Saat akan pergi meninggalkan Heebum,
Heebumpun kembali memanggil Heechul seolah-olah ingin menyampaikan
sesuatu. Heechulpun menoleh dan tersenyum kea rah Heebum. Merekapun
tampil disertai suara teriakan E.L.F yang menyemangati mereka.
Selesai tampil, Heechul langsung bergegas pergi untuk menemui Heebum.
Heechulpun berlari kearah managernya dan bertanya, “Heebum dimana?”
“ah, tadi di si… “, kata managernya sambil menunjuk kea rah kursi.
“ ah,
kemana dia? Tadi aku menaruhya disitu. Karena ada urusan penting
mangkanya aku pergi. Aduh… gimana ya.. sebentar ya, Heechul.. kami cari
dulu”.
Heechulpun langsung terdiam. Ia sudah merasa bahwa ini akan
terjadi. Hatinya terasa sesak sekali. Iapun merogoh sakunya untuk
mengambil bintang biru yang selalu di bawanya.
“bintangku…”, katanya
yang merasa heran karena bintang biru di sakunya tidak ada. Iapun
terdiam sejenak dan berpikir.
“jangan-jangan Heebum pergi untuk
mengambil bintang biruku. Jangan-jangan Bintang itu terjatuh di jalan
raya saat berdesakan tadi.”
Heechulpun langsung bergegas keluar gedung.
Saat berada di luar gedung, ia melihat Heebum yang sedang berjalan
mengarah ke tengah jalan untuk mengambil bintang biru yang tergeletak di
sana.
“Heebum!!”, kata heechul yang berusaha mencegahnya.
Tiba-tiba
dating sebuah mobil yang dating dari arah kanan yang akan menabrak
Heebum.
Heechulpun langsung berlari dan berteriak, “HEEBUUUUUUM!!!”
“BRUUK”, Terdengar suara tabrakan saat itu juga.
Mobil yang menabrak
Heebum oleng dan menabrak mobil-mobil lainnya. Saat itu Heechul hanya
melihat bintang biru milikya dalam keadaan utuh berada di pinggir jalan.
Heechulpun langsung mengambilnya dan berlari kea rah mobil. Dengan air
mata yang bercucuran ia berlari kea rah saming mobil. Di balik mobil
itu, ternyata ia melihat Heebum yang tergeletak dengan darah yang
bercucuran. Rasa sesak kembali menyelimuti hatinya. Perlahan-lahan ia
mendekati Heebum. Saat melihat kondisi Heebum, ia langsung terduduk
lemas. Sejenak ia terdiam dan memandangi Heebum.
“heebum… hiks”,
katanya sambil mengelus Heebum.
Heechulpun tak kuasa menahan tangis. Air
matanya semakin deras mengalir. Heechulpun mengangkat tubuh Heebum yang
berlumuran darah. Kemudian ia memeluk tubuh Heebum erat-erat.
“HEEBUUUUUUUUUM!”, kata Heechul sambil berteriak.
Semua orangpun tak
tega melihat Heechul yang menangis terseduh-seduh di tengah jalan.
“Heebum, mengapa kau jadi seperti ini? Kau tidak perlu melakukan itu.
Heebum jangan tinggalkan aku… kalau tidak ada kamu, siapa yang akan
menemaniku lagiiii?”, kata Heechul sambil menangis terseduh-seduh.
Semua
member yang dari tadi mencarinyapun berlari mendekati Heechul.
“Heebum..”, kata Heebum sambil mendekati Heechul.
“hiks, sudahlah
hyung…”, kata Kibum sambil memeluk Heechul. Semuanyapun tak kuasa
menahan tangis. Hari itu penuh dengan hujan air mata.
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar